Waspadai Kecerdasan Buatan yang Mampu Gantikan Manusia

  • Bagikan
Kecerdasan buatan adalah

60menit.id – Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang sengaja ditambahkan oleh manusia ke dalam suatu sistem agar dapat diatur dan dikembangkan sesuai dengan keinginan sang pencipta kecerdasan tersebut.

Kini, kecerdasan buatan termasuk ke dalam topik terhangat yang sering diperbincangkan di dalam dunia teknologi. Bagaimana tidak, kecerdasan buatan memiliki potensi besar yang peranannya dapat meningkatkan kesuksesan di dunia bisnis digital.

Namun, dibalik potensinya ini, ada ancaman yang patut diwaspadai dari kecerdasan buatan yang kini mulai merajalela. 

Menggantikan umat manusia

Stephen Hawking, seorang ilmuwan fisika mengungkapkan kekhawatiran dari terlalu besarnya potensi yang bisa dibawa oleh sebuah kecerdasan buatan.

Jika perkembangan teknologi dengan menggunakan kecerdasan buatan tidak dikelola dengan baik, maka dikhawatirkan di masa depan seluruh pekerjaan akan diambil alih kecerdasan buatan yang kemampuannya selalu berkembang dan bahkan mampu melampaui kecerdasan manusia itu sendiri.

Oleh karena itu, masalah utama yang mungkin dihadapi dari berkembangnya sistem kecerdasan buatan yang tidak dikontrol adalah kesenjangan kompetensi antara robot dan manusia.

Ancaman menakutkan

Kecerdasan buatan adalah sistem yang dikembangkan dan dilatih oleh manusia sebagai penciptanya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang telah didefinisikan sebelumnya.

Namun, dalam perkembangannya, terkadang robot yang didalamnya memiliki kecerdasan buatan sengaja dilatih oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai tindak kejahatan.

Elon Musk, seorang teknolog pada 2017 lalu juga telah menyatakan perspektifnya mengenai lahirnya kecerdasan buatan di dunia teknologi.

Ia berpendapat bahwa ancaman yang dibawa oleh kecerdasan buatan justru lebih menakutkan dibandingkan ancaman yang dilakukan oleh Korea Utara. 

Maraknya pencurian digital

Sebelum munculnya kecerdasan buatan, pencurian digital marak terjadi dimana-mana. Data-data pengguna bocor dimana-mana atau dicuri oleh peretas yang tidak bertanggung jawab.

Data-data tersebut kemudian sengaja dijual ke pihak yang akan menyalahgunakannya. Dengan adanya kecerdasan buatan, ancaman pencurian digital menjadi semakin tinggi dan semakin mudah untuk dilakukan.

Bahkan bukan suatu hal yang tidak mungkin terjadi jika nantinya peretas mampu menggunakan identitas korban untuk disalahgunakan berkat bantuan dari kecerdasan buatan yang telah ia kembangkan sebelumnya.

Awalnya kecerdasan buatan adalah hal yang sengaja diciptakan dan dikembangkan oleh manusia untuk tujuan-tujuan yang baik.

Namun sayangnya, tidak semua orang memiliki tujuan yang baik dalam mengembangkan kecerdasan buatan.

Sebagai bagian dari masyarakat, hal yang perlu kita lakukan dalam menyikapi ancaman negatif yang muncul dari kecerdasan buatan adalah dengan membuka mata dan pikiran mengenai banyak manfaat positif yang bisa diambil dari adanya kecerdasan buatan tersebut.

Tetapi, sebagai pengguna dari kecerdasan buatan, kita tidak boleh terlena dengan segala kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi tersebut.

Hal ini dikarenakan dapat menjurus ke arah ketergantungan terhadap teknologi dan ketidakpercayaan terhadap kemampuan manusia itu sendiri. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *