Markas Narkoba Ponton Digerebek Polisi

  • Bagikan
penggrebekan kampung narkoba ponton
Petugas Polresta Palangka Raya saat menggerebek kampung narkoba di Kawasan Ponton Ujung, Jalan Rindang Banua. Tampak bangunan yang dijadikan markas narkoba dibakar oleh petugas, Kamis (23/4) siang.

PALANGKA RAYA, 60menit.id – Kawasan Ponton Ujung, Jalan Rindang Banua, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya kembali dimasuki ratusan personel kepolisian. Hal ini menyusul digerebeknya markas narkoba di wilayah itu oleh Satreskoba Polresta Palangka Raya, Kamis (23/4) siang.

Kepolisian terpaksa mengerahkan ratusan personel ke markas narkoba Ponton setelah 16 personel Satreskoba Polresta Palangka Raya dihadang 50 preman bersenjata tajam dan senapan angin sekembalinya dari penggerebekan.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, digerebeknya kampung narkoba di Ponton diawali ditangkapnya seorang wanita yang kedapatan membawa 4 butir ekstasi.

Dari hasil pengembangan diketahui ekstasi tersebut dibeli dari lokasi penggerebekan. Upaya pengembangan dilakukan hingga berujung kepada penggerebekan. Nahas, saat hendak pulang dengan membawa barang bukti sabu dan bong, tim Satreskoba dihadang 50 preman menggunakan senjata tajam.

“Karena ada perlawanan kita segera berkoordinasi dengan Sat Brimob dan Ditsamapta. Alhasil, enam orang mata-mata dari bandar narkoba kita amankan,” tuturnya.

Dijelaskan, markas narkoba yang dibentuk bandar Ponton tersebut sangat terstruktur dan tertata rapi. Berada di ujung kawasan sekitar 3 kilometer dari muara jalan dan mengarah ke sungai, markas narkoba memiliki pintu gerbang untuk jalan masuk.

Sesampainya melewati gerbang, tersedia lahan parkir untuk sepeda motor. Untuk pembelian narkoba, terdapat tempat khusus berbentuk menara pantau di ujung lokasi. Kemudian, di sana juga tersedia tempat penyewaan bong dan lokasi konsumsi sabu.

“Untuk masuk ke lokasi itu terdapat tiga pos jaga, sehingga ini benar-benar terstruktur, dimana penjaganya di pos sudah dibekali HT dan telepon seluler,” ungkap Kapolresta.

Kapolresta menambahkan, di bagian belakang menara pantau tempat penjualan narkoba terdapat jalur evakuasi yang mengarah langsung ke Sungai Kahayan. Ketika penggerebekan beberapa pelaku telah melarikan diri menggunakan armada air.

“Dari penggerebekan kita amankan 11 paket sabu dan uang tunai Rp16 juta. Proses pengembangan terus kita lakukan untuk mengetahui bandar besar dari lokasi itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, penggerebekan markas narkoba ini merupakan atensi dari Kapolda Kalteng Irjen Pol Ilham Salahudin. Peredaran narkoba di kawasan Ponton yang telah dikenal sebagai Kampung Narkoba harus dihilangkan, terlebih mendekati bulan suci Ramadan.

“Kita tidak menolerir peredaran sabu di kawasan ini karena telah menjadi atensi pimpinan,” tutupnya.

Agar tidak bisa dimanfaatkan kembali, seluruh bangunan yang ada di markas narkoba tersebut dibongkar dan dibakar oleh petugas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *