Restrukturisasi Kredit, BTN Tak Tanggung Asuransi

  • Bagikan
logo bank btn

PALANGKA RAYA, 60menit.id – Sejumlah nasabah Bank Tabungan Negara (BTN) Palangka Raya mengeluhkan kebijakan yang dikeluarkan oleh BTN terkait relaksasi kredit yang diminta Presiden RI Joko Widodo kepada bank maupun leasing bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Pasalnya, dalam kebijakan BTN disebutkan bahwa nasabah yang mengajukan restrukturisasi tidak akan memperoleh asuransi jiwa dan atau kebakaran di luar perjanjian kontrak awal.

Menanggapi keluhan nasabah, Kepala Cabang BTN Palangka Raya Fikry mengakui terkait penambahan waktu restrukturisasi adalah penambahan di luar perjanjian kontrak awal, sehingga asuransi jiwa dan asuransi kebakaran debitur dihapuskan.

“Maksudnya adalah terkait hal itu untuk penambahan jangka waktu dikarenakan restrukturisasi (jangka waktu di luar perjanjian kredit awal) yang tidak diasuransikan,” kata Fikry melalui pesan WhatsApp (WA), Kamis (23/4).

Fikry menjelaskan, misalnya jangka waktu kredit selama 15 tahun, awal kontrak 2010 sampai dengan 2025. Tetapi karena restrukturisasi satu tahun, maka jangka waktu bertambah jadi 2026. Untuk selama setahun di luar jangka waktu perjanjian awal itu yang tidak diasuransi.

Fikry menambahkan, sejauh ini pihak BTN telah menyiapkan relaksasi kebijakan restrukturisasi kredit, khususnya bagi para debitur yang terdampak Covid-19, baik terdampak secara langsung maupun tidak langsung, sehingga mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pembayaran angsuran bulanan dengan lancar.

Namun, tegas dia, restrukturisasi kredit akan diberikan sesuai dengan hasil klasifikasi yang ditetapkan oleh BTN dengan fokus pada debitur yang benar-benar terdampak kemampuan bayarnya akibat Covid-19.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *