Komunitas WCP Berbagi Bersama Lansia dan Anak Yatim Piatu

  • Bagikan
Komunitas Weekend Cyclist Palangka Raya
Komunitas Weekend Cyclist Palangka Raya (WCP) saat melakukan aksi social di panti jompo dan panti asuhan, sebagai bentuk kepedulian kepada golongan rentan dalam menghadapi pandemic Covid-19, belum lama ini.

60menit.id – Komunitas pencinta olahraga sepeda yang tergabung dalam Weekend Cyclist Palangka Raya (WCP) menggelar aksi bakti sosial, sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dalam menghadapi pandemic Covid-19 khususnya di Kota Palangka Raya.

Ketua WCP, Bagus Dwi Putera mengatakan jika komunitasnya menyadari bahwa golongan rentan seperti lansia serta anak yatim piatu sangatlah besar potensinya terpapar serta tertular Covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya menginisiasikan untuk memberikan bantuan kepada panti jompo. Adapun bantuan yang disalurkan, ungkapnya, yakni penyemprotan disinfektan, obat-obatan, masker, hand sanitizer, sembako, alat hiburan elektronik, dan sabun cuci tangan.

“Ini semua berkat bantuan dari para donatur. Awalnya kami terkejut atas banyaknya animo dari donatur, sehingga kami putuskan jika kelebihan dari dana donasi disumbangkan ke salah satu panti asuhan di Kota Palangka Raya. Dan di Panti Asuhan Nurul Solihin, kami meminta do’a agar wabah ini cepat berlalu dan masyarakat Kota Cantik dilindungi dari wabah ini,” jelas Bagus.

Kegiatan yang WCP laksanakan pada hari Minggu (19/4) kemaren, diakui Bagus membuat pihaknya semakin bersemangat saat menjalankan misi ini. Dimana dilapangan juga ada pihak Batalyon Infantri Raider 631/Atg, yang sedang melakukan kegiatan bhakti sosial dengan memberikan bantuan dan penyemprotan juga di lingkungan Panti Sosial Tresna Werdha Sinta Rangkang Kelurahan Tangkiling.

“Akhirnya kami berkaloborasi dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, yang dipimpin bersama oleh Komandan Batalyon Infanteri Raider 631/Atg Letnan Kolonel Inf Dadang Armada Sari S. I. P.,” bebernya.

Melalui aksi sosial tersebut, Bagus mewakili WCP berharap seluruh elemen masyarakat dapat bahu-membahu dan saling berkaloborasi dengan berbagai cara untuk memutus mata rantai covid 19 ini, mulai dengan cara stay at home, social distancing, hingga memberi bantuan antar sesama.

“Kami semakin percaya, bahwa budaya gotong royong dan saling tolong menolong adalah sifat yang terus mengalir didarah bangsa kita,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *