Ibunda Pergi Melayat, Gadis Tunagrahita Tenggelam

  • Bagikan
BOCAH TEWAS TENGGELAM
Korban tenggelam saat ditemukan di kolam galian tanah uruk di Tamiang Layang, Sabtu (28/3).

TAMIANG LAYANG, 60menit.id – Nasib naas menimpah MD (12). Remaja yang diketahui mengalami keadaaan keterbelakangan mental ini tewas tenggelam di kolam galian tanah uruk Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Sabtu (28/03) siang. Remaja ini diketahui mengalami keterbelakangan mental (tunagrahita). Ia ditemukan oleh anggota Polres kabupaten Barito Timur (Bartim).

Kapolres Bartim AKBP Hafidh Susilo Herlambang melalui Kaur Humas Aipda Jarot Iswahyudi dalam rilisnya menjelaskan, pihaknya telah menemukan jasad gadis kecil warga Tamiang Layang, setelah adanya laporan dari orangtua korban yang merasa kehilangan putrinya.

Jarot Iswahyudi menjelaskan, kejadian berawal saat ibu korban, K (44), pada Sabtu sekitar pukul 13.45 WIB datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bartim, melaporkan anaknya hilang dari rumah setelah ditinggal orangtuanya pergi melayat di rumah tetangga yang sedang berduka di km 4 Tamiang Layang.

“Setelah mendapatkan laporan dari ibu korban, SPKT Polres Bartim beserta piket fungsi yang dipimpin oleh piket Pawas IPTU Ferry Endro, langsung menuju rumah pelapor untuk melaksanakan pulbaket dan koordinasi dengan pihak keluarga,” jelas Jarot. Kemudian anggota melakukan upaya pencarian dengan dibantu oleh warga sekitar untuk menyisir lingkungan rumah yang bersangkutan dan hutan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Akhirnya pencarian sampai ke lokasi kolam bekas galian tanah uruk yang berada di Tamiang Layang atau sekitar 200 meter dari rumah korban.

Jarot menerangkan, kolam tersebut berukuran kurang lebih 30 x 50 meter, dengan kedalaman diperkirakan 2 meter. Akhirnya anggota menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban dipinggir kolam, sehingga piket SPKT Polres Bartim dengan dibantu oleh warga sekitar melakukan pencarian dan penyelaman di kolam bekas galian tanah uruk tersebut.

Kurang lebih 30 menit, upaya pencarian dengan penyelaman dilakukan, tepatnya pada pukul 14.45 WIB, ditemukan korban di dasar kolam dalam keadaan tak bernyawa. Penemuan disaksikan Ayah korban, S (49) juga tetangga korban inisial D (39). Jenasah korban langsung dibawa menuju RSUD Tamiang Layang menggunakan kendaraan bermotor (R4) Sabhara untuk dilakukan Visum et Revertum.

Hasil pemeriksaan secara medis oleh pihak RSUD Tamiang Layang, korban dinyatakan meninggal dunia mati tenggelam. Korban tak sempat mendapatkan pertolongan. “Setelah semua proses medis selesai, korban dibawa pulang menuju rumah duka,,” jelas Jarot.

Dari keterangan orangtua korban, bocah malang tersebut dalam kesehariannya selalu dijaga ibu korban. Sementara ayahnya bekerja di pabrik bata. Saat kejadian, ibu korban pergi melayat ke rumah tetangga yang sedang berduka di Km 4 Tamiang Layang. “Sehingga korban sendirian di rumah tanpa pengawasan,” lanjut Jarot.

Orangtua korban juga menceritakan kepribadian anaknya yang mengalami keterbelakangan mental dan kesulitan berbicara. “Saat ini pihak keluarga mengikhlaskan kepergian korban dan tidak membuat laporan atas kejadian tersebut. Ini adalah murni meninggal karena tenggelam, tidak ada tanda-tanda kriminalitas,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *