PT TWC perkuat konten edukasi menuju pariwisata berkualitas

  • Bagikan
PT TWC perkuat konten edukasi menuju pariwisata berkualitas
Wisatawan berada di zona 2 kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (24/6/2021). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

Magelang, 60menit.id – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) memperkuat konten edukasi untuk menuju pariwisata berkualitas atau “quality tourism”.

Marketing and Sales VP, PT TWC (Persero) Pujo Suwarno di Magelang, Selasa, mengatakan Candi Borobudur merupakan salah satu bentuk pelajaran untuk mencapai kesempurnaan, sebuah buku pendidikan yang terbuka tentang nilai-nilai kesempurnaan yang universal.

“Sebagai salah satu “Centre for Excellence” di Indonesia maka Candi Borobudur harus terus dikembangkan menjadi ilham inspirasi penciptaan karya-karya terbaik anak bangsa,” katanya.

Menurut dia keberadaan Candi Borobudur tidak hanya untuk dikagumi keindahannya, namun juga harus dipertahankan fungsinya sebagai sumber inspirasi.

Sebagai sebuah daya tarik wisata, unsur pendidikan menjadi nilai utama yang harus disampaikan kepada pengunjung, sehingga mendapatkan pengalaman berwisata yang jauh lebih bernilai.

Ia menuturkan PT TWC terus berkomitmen untuk meningkatkan quality tourism, salah satunya dengan memperkuat nilai edukasi yang dapat diakses para pengunjung.

Mengingat saat ini masih dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan destinasi Candi Borobudur belum dapat dikunjungi secara langsung, masyarakat dapat mengakses video-video edukasi “Borobudur Content Series” melalui social media TWC.

“Dalam memberikan konten edukasi ini, kami berkolaborasi dengan para pelaku wisata dan UMKM di kawasan Borobudur. Secara berkelanjutan, kami akan terus memberikan nilai-nilai edukasi secara berkala kepada masyarakat, melalui media-media, salah satunya social media. Sehingga besar harapan dan upaya kami ini dapat mendukung ‘Sustainability Tourism menuju Quality Tourism’,” katanya.

Ia menjelaskan salah satu nilai pendidikan yang dapat dipelajari dari relief Candi Borobudur adalah pohon bodhi atau “Ficus Religiosa”. Di mana ketika Pangeran Sidharta bertapa di bawah pohon bodhi mendapatkan pencerahan.

Saat berwisata ke Candi Borobudur, katanya pengunjung juga dapat melihat dan mengamati secara langsung pohon bodhi yang tersebar di beberapa titik lokasi di dalam area Taman Wisata Candi Borobudur.

“Hal ini menjadi sesuatu yang menarik, pengunjung bisa mengamati secara langsung pohon bodhi, sekaligus mendapatkan nilai edukasinya,” katanya.

Selain sebagai pusat studi, keberadaan Candi Borobudur mampu menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, salah satunya Easting Medi seorang Pelukis asal Borobudur. Easting Medi terinspirasi menjadikan daun bodhi sebagai tema berbagai lukisannya.

“Sejak kecil saya sudah sering ke Candi Borobudur bersama teman-teman. Saya suka mengamati relief-relief, relung, stupa, dan sebagainya. Suatu ketika saya duduk beristirahat di bawah pohon rindang, sejuk dan tenang, yang ternyata itu adalah pohon bodhi,” katanya.

Beranjak dewasa, Medi mulai melukis dengan tema Buddha dan daun bodhi yang selalu mengingatkannya akan memori di waktu kecil.

“Romantika anak-anak yang sangat menyenangkan dan membahagiakan saat saya duduk di bawah pohon bodhi sambil menikmati kemegahan Candi Borobudur,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *