Siasat agar “anak motor” tetap fit di tengah cuaca tak menentu

  • Bagikan
Siasat agar "anak motor" tetap fit di tengah cuaca tak menentu
Siasat agar "anak motor" tetap fit di tengah cuaca tak menentu

Jakarta, 60menit.id – Dalam beberapa waktu terakhir, beberapa daerah di Indonesia mengalami cuaca yang tak menentu di tengah pandemi.

Kondisi yang ekstrem ini menjadi tantangan untuk mereka yang beraktivitas di luar rumah seperti kembali bekerja di kantor atau berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Cuaca yang berubah-ubah ini juga berpotensi untuk membuat daya tahan tubuh melemah, tak terkecuali untuk pengendara motor yang menghabiskan sebagian waktunya di jalanan.

Online Business Manager INVENTZO, Kiky Sugiharto, mengatakan sepeda motor masih menjadi kendaraan favorit warga Indonesia untuk bepergian.

Menurut catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS), per 2019 kurang lebih terdapat 112 juta jumlah sepeda motor yang ada di Indonesia.

“Tentunya, para pemilik sepeda motor ini memerlukan perlindungan ekstra agar tetap fit di musim pandemi dan cuaca tak menentu.

Oleh karena itu, kami yang tak hanya memerhatikan unsur keselamatan tetapi juga kesehatan riders, membagikan beberapa rahasia jitu untuk para riders agar senantiasa segar-bugar di masa pandemi kendati tetap bepergian di cuaca tak menentu,” kata Kiky dalam pernyataan resmi.

Berikut beberapa kiat untuk para pengendara motor dalam menghadapi cuaca tak menentu semasa pandemi:

Kenakan jaket weathershield

Ketika terjadi penurunan suhu, tubuh kita secara otomatis beradaptasi dengan perubahan tersebut melalui suplai lebih banyak darah ke daerah dada.

Apabila terjadi terus menerus, dikhawatirkan terjadi penumpukan cairan di organ paru-paru dan batang tenggorokan, yang dapat memicu berbagai infeksi pada saluran pernafasan.

Saat naik motor, terpaan angin yang mengenai tubuh kita adalah angin yang bergerak berlawanan arah dengan laju motor.

Belum lagi kondisi hujan yang seringkali turun tiba-tiba di saat pengendara tidak memiliki waktu untuk mengeluarkan jas hujan.

Dari situ dapat terlihat bahwa riders membutuhkan perlindungan berbeda dari pendaki gunung.

Jaket untuk riders sebaiknya Weathershield, baik Windshield (tahan angin), Water Repellent (mampu membiaskan air seperti air di daun talas) ataupun sepenuhnya Hydroshield (tahan dikenakan di hujan ringan).

Rompi untuk pengganti jaket

Sebagai pengganti jaket, pengendara motor gede ada yang cenderung memilih alternatif rompi atau vest yang kasual sebagai seragam klub.

Paling tidak, bagian dada dan leher harus selalu terlindungi oleh material weathershield untuk menjaga kestabilan suhu tubuh. Tinggal padukan dengan kaus atau manset.

Jaga kebersihan dan kenyamanan kepala dengan balaclava dan helmet cap​​​​​​​

Helmet Cap merupakan penutup kepala berbahan dry fit (menyerap keringat dan cepat kering) yang melindungi helm dari bau keringat serta menjaga suhu dan kelembaban kepala sehingga tetap hangat dan sejuk.

Sedangkan balaclava berfungsi sekaligus sebagai pelindung hidung dan mulut yang dapat mereduksi polusi dan debu saat berkendara.

Dengan ini, diharapkan pengendara tidak pilek dan bersin-bersin akibat alergi dingin dan debu jalanan. Tapi ingat, itu bukanlah pengganti dari fungsi masker.

Lindungi telapak tangan dengan sarung tanganSarung tangan untuk berkendara motor tidak sama dengan yang dikenakan saat kita berada di daerah berudara dingin.

Material sarung tangan motor harus breathable yang memungkinkan adanya sirkulasi udara sehingga telapak tangan tidak lembab, berkeringat dan pengap ketika mengenakan sarung tangan.

Selain itu juga perlu dilengkapi soft padding di bagian telapak tangan untuk mencegah cedera ketika terjadi goncangan keras pada stang.

Riding gloves juga seringkali memiliki fitur touch-tip pada ujung jempol dan jari telunjuk untuk mengoperasikan smartphone.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *