Australia Cetak Rekor Kematian COVID-19 Pertama Selama 2021

  • Bagikan
australia lockdown

Sydney, 60menit.id – Australia baru saja melaporkan kasus kematian COVID-19 pertama selama tahun 2021. Di hari yang sama, negara bagian New South Wales juga mencetak rekor kasus harian baru.

Kasus kematian akibat infeksi lokal pertama COVID-19 sejak Desember lalu dialami seorang wanita berusia 90 tahun. Lansia tersebut meninggal pada Sabtu (10/7) waktu setempat, hanya berselang beberapa jam setelah dinyatakan positif COVID-19.

Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales, Gladys Berejiklian mengatakan jumlah kasus di dan sekitar Sydney diperkirakan juga akan terus meningkat di atas 100 kasus pada Senin (12/7), terlebih dengan menyebarnya varian Delta yang sangat menular.

“Besok dan beberapa hari ke depan bisa jadi akan lebih buruk, jauh lebih buruk daripada yang kita lihat hari ini,” kata Berejiklian melalui siaran televisi, seperti dilansir Reuters dan AFP, Minggu (11/7/2021).

Sehari sebelumnya (10/7), negara bagian tersebut melaporkan 50 kasus baru, rekor tertinggi 2021 sebelumnya. Kini Sydney melaporkan ada total kasus COVID-19 baru sebanyak 566.

Meski Sydney sudah memasuki minggu ketiga lockdown, namun jumlah kasus baru terus bertambah di antara populasi yang tidak divaksinasi. Akibatnya, aturan lockdown diperketat pada hari Jumat (9/7). Berejiklian memperingatkan bahwa perintah untuk tetap di rumah saja diperkirakan akan tetap berlaku.

“Mengingat di mana kita berada dan mengingat lockdown seharusnya dicabut pada hari Jumat, semua orang dapat mengatakan hal itu sangat tidak mungkin dalam kondisi saat ini,” kata Berejiklian.

Sementara itu, terdapat 52 kasus COVID-19 yang kini dirawat di rumah sakit. Lima belas orang dalam perawatan intensif, lima lainnya membutuhkan ventilator.

Otoritas Kesehatan menyebut, mereka yang dirawat di rumah sakit di Sydney antara lain 11 orang berusia di bawah 35 tahun dan lebih dari tiga perempat pasien memang belum mendapatkan vaksin.

Australia bernasib jauh lebih baik daripada banyak negara maju lainnya dalam menjaga angka COVID-19 relatif tetap rendah. Namun negara tersebut mengambil pendekatan tanpa toleransi terhadap penularan komunitas yang meluas selama pandemi.

Pihak berwenang dengan cepat memberlakukan pembatasan untuk membasmi penularan lebih awal. Perbatasan-perbatasan negara sebagian besar tetap ditutup.

Diketahui peluncuran vaksinasi Australia masih lambat karena kendala pasokan dan perubahan saran medis untuk vaksin AstraZeneca. Bahkan baru sekitar 10% warga yang sudah divaksinasi sepenuhnya.

Pemerintah meluncurkan kampanye vaksinasi guna mendorong lebih banyak masyarakat melawan COVID-19 dnegan vaksinasi. Namun saat ini, vaksin hanya tersedia untuk usia di atas 40 tahun dan kelompok yang berisiko, baik karena kesehatan atau risiko paparan virus di tempat-tempat kerja.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *